Maka aku membacakan qira’at yang telah dibacakan kepadaku. Maka Rasulullah bersabda: “Demikianlah (Al-Qur’an) diturunkan, sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan atas tujuh huruf, maka hendaklah kamu membaca (Al-Qur’’an) dengan memakai bacaan (qira’at) yang mudah daripadanya. c. Hadis riwayat Muslim dari Ubay. BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Rasm Al-Qur’an Secara bahasa rasm berarti gambar atau tulisan. Secara istilah rasm al- Qur’an adalah tata cara menuliskan huruf dan kalimat al-Qur’an sesuai dengan metode yang ditetapkan dalam mushaf utsmani pada masa khalifah Utsman bin Affan. Syaikh Manna Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, cet. 6, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2011), hlm 220. Al-Qishthu Volume 13,Nomor 2 2015 ISSN : 1858-1099 Makalah ini dimaksudkan agar kita lebih mengerti tentang ilmu al qur’an, khususnya tentang ilmu rasmul qur’an. Dan kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa. khususnya bagi diri kami sendiri. BAB II PEMBAHASAN 2 Pengertian Rasmul Qur`an sangat luas, antara lain ilmu nuzul al-Qur’an, asbab al-nuzul, qiraat, ilmu an-nasikh wa al-. mansukh dan ilmu fawatih as-suwar serta masih banyak yang lainnya. Karena begitu luasnya. cakupan kajian ‘Ulumul Qur’an, maka para ulama harus mengakhiri definisi yang mereka buat. dengan ungkapan “dan lain-lain”. Untuk membedakan antara yang benar dan qiraat yang aneh (syazzah), para ulama membuat tiga syarat bagi qiraat yang benar, yaitu: 1) Kesesuaiannya dengan Satu Ragam Dari Beberapa Macam Ragam Bahasa Dengan demikian tidak terjadi perbedaan pemahaman antara mushab dengan mushab yang lain. Kata kunci : Ilmu rasm al-qur'an A. Pendahuluan Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir di maksutkan untuk menjadi petunjuk, bukan saja bagi anggota masyarakat tempat kitab ini diturunkan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat manusia hingga akhir zaman. Ilmu itu disebut munasabah Al-Qur’an yang mana masuk dalam pokok bahasan Ulumul Qur’an. Susunan Ayat dalam Al-Qur’an Usmani(yang kita pakai sekarang) tidak sama dengan urutan wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, dalam Al-Qur’an usmani diawali dengan surat al-Fatihah, padahal yang pertama kali urun adalah 5 ayat surat al-Falaq. vQj0gdr.