Metoderekrutmen akan membahas tentang bagaimana menarik calon karyawan untuk melamar, Tanya jawab, diskusi, dan pembelajaran kooperatif. Pembiayaan untuk Pelatihan Rekrutmen dan Seleksi SDM Berbasis Kompetensi ini berasal dari biaya setiap peserta yang berasal dari berbagai perusahaan di Jakarta dan bermitra sebagai sponsor. Total
BacaCepat tampilkan. HRD (Human Resources Development) adalah bagian atau departemen dari perusahaan yang tugas utamanya mengelola sumber daya manusia di perusahaan, mulai dari tugas perencanaan yang sering disebut perencanaan SDM, rekrutmen sering disebut Rekrutmen dan Seleksi, pengembangan sering disebut Pelatihan dan
tersebutdapat dikumpulkan dengan metode-metode : wawancara, diskusi panel para ahli, kuesioner, tanggung jawab, kewenangan, dan kondisi kerja, serta mengenai syarat-syarat . ORBITH VOL. 12 NO. 1 MARET 2016 : 52 –58 54 kesalahan dalam memahami pertanyaan dalam kuesioner, dan tidak diisi dengan
PengalamanSeleksi PT. Indonesia Power. Posted by : Unknown Selasa, 07 Maret 2017. Kali ini saya akan membagi sedikit pengalaman saya mengikuti test rekrutmen di PT. Indonesia Power. PT. Indonesia Power, atau IP, adalah sebuah anak perusahaan PLN menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga listrik.
Berkenaandengan dengan mengenai tersebut, kita informasikan lebih dari satu mengenai perihal dengan dengan persiapan dan pelaksanaan rekrutmen fasilitator sebagai berikut: 1. Program PGP angkatan ke dua akan di awali pada awal bulan April 2021 dengan dengan Sasaran 2.800 calon Guru Penggerak yang Berasal dari 56 Kabupaten/Kota
SahabatYoru Media Berikut info penting jadwal pendaftaran rekrutmen program guru penggerak (pgp) angkatan 6 tahun 2022. Bagi kamu yang ingi jadi guru penggerak jangan sia-siakan kesempatan ini. Program Guru Penggerak Sejak tahun 2020 Program Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.
Sebagaipintu awal seleksi, KY pada dasarnya dapat memberikan masukan kepada MA terkait kebutuhan pengisian jabatan hakim agung. Tentunya dengan terlebih dahulu memahami data-data dan kondisi terkait. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka Koalisi Pemantau Peradilan memberikan rekomendasi dan terkait proses seleksi Calon Hakim Agung tahun ini,
Salatiga Pada hari Rabu, 22 Januari 2014 pukul WIB dilaksanakan live interaktif di laman resmi Twitter @BKN_RI berupa diskusi tentang Computer Assissted Test (CAT-BKN) bersama Penyelia CAT pada Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen PNS. Diskusi ini dimaksudkan untuk menjawab keraguan masyarakat seputar
Id0fW. Para HRD tak asing lagi dengan istilah rekrutmen dan seleksi. Kedua istilah tersebut saling berkaitan satu sama lain dalam ruang lingkup yang sama, yakni manajemen SDM. Meskipun kedua istilah ini merujuk kepada pencarian kandidat terbaik, kedua istilah tersebut sebenarnya sangat berbeda. Apa perbedaan rekrutmen dan seleksi? Untuk lebih lengkapnya, mari simak uraian berikut! Apa Itu Rekrutmen dan Seleksi?Rekrutmen dan seleksi merupakan bagian dari siklus SDM perusahaan. Proses ini sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan mempekerjakan kandidat yang tepat demi menjaga kestabilan proses rekrutmen mengacu pada proses menemukan kandidat potensial dan menawarkan mereka kesempatan untuk dipekerjakan di perusahaan pada posisi tertentu. HR recruiter yang bertugas menjangkau para pencari kerja akan memposting iklan pekerjaan yang menarik di job portal atau media lainnya milik itu, seleksi melibatkan proses menemukan kandidat yang memenuhi syarat dari kumpulan pelamar. Tujuan utamanya adalah menyaring setiap pelamar dan menentukan apakah mereka memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk memenuhi pekerjaan yang dibutuhkan dalam Juga Kiat Meningkatkan Employee Branding Demi Bersaing dalam RekrutmenPerbedaan Rekrutmen dan Seleksi Setelah mempelajari arti dari rekrutmen dan seleksi, mari selanjutnya membahas mengenai perbedaan rekrutmen dan seleksi! PengertianSeperti yang sudah disebutkan sebelumnya, rekrutmen mengacu pada proses mencari kandidat potensial dan mendorong pencari kerja untuk melamar. Sedangkan seleksi adalah suatu kegiatan yang melibatkan pemilihan kandidat terbaik di antara daftar pelamar sesuai dengan kebutuhan utama rekrutmen adalah untuk meningkatkan jumlah individu yang cocok secara kualifikasi dan digabung dalam suatu talent pool. Barulah kemudian seleksi akan “mengurangi” jumlah individu dalam talent pool hingga hanya tersisa satu atau beberapa kandidat yang memenuhi tujuan dari rekrutmen adalah mengiklankan lowongan pekerjaan semenarik mungkin agar pelamar kerja mau mendaftar dan megumpulkan kandidat-kandidat unggulan. Proses selanjutnya adalah seleksi yang bertujuan mencari kandidat yang paling memenuhi syarat di talent pool untuk mengisi lowongan di suatu adalah proses sederhana di mana HR recruiter tidak terjun langsung untuk meneliti kandidat. HR recruiter hanya membuat sebuah iklan lowongan yang dapat mendorong pencari kerja yang tertarik untuk melamar. Dalam proses seleksi, HR recruiter harus mempelajari setiap detail dari kandidat yang melamar untuk lowongan tersebut. Proses ini tergolong cukup rumit dibandingkan rekrutmen karena HR recruiter harus melakukan background checking dan bekerja sama dengan user apabila Juga Ini Tips Cek Background Karyawan Saat Proses RekrutmenHubungan KontraktualKarena rekrutmen hanya melibatkan iklan posisi terbuka dalam suatu organisasi, calon potensial tidak terikat oleh hubungan kontrak dengan perusahaan. Sehingga kandidat bebas mendaftar di perusahaan mana tahapan seleksi, kandidat yang dianggap memenuhi syarat akan diberikan perjanjian kontrak kerja. Sifat dari kontrak ini sangat mengikat dan dikenakan sanksi hukum apabila kandidat melanggar kontrak. Contohnya karyawan akan dikenakan pinalti kerja ketika resign mendahului waktu yang ditentukan. MetodeRekrutmen hanya membutuhkan satu metode yakni memasang iklan pekerjaan di job portal atau sosial media yang membutuhkan biaya relatif sedikit dibandingkan seleksi. Metode pada seleksi akan menyaring seluruh kandidat seperti tes psikotes, medical check-up, dan lain-lain. Karena metodenya yang tidak sedikit, biaya yang dibutuhkan juga tidak recruiter berpacu dengan waktu untuk mencari kandidat unggulan. Keberhasilan suatu rekrutmen dan seleksi kembali pada karyawan itu sendiri. Jika karyawan itu cocok untuk suatu pekerjaan, maka seluruh organisasi akan menikmati aplikasi rekrutmen dari LinovHR untuk membuat sistem rekrutmen perusahaan Anda lebih praktis! Anda jadi lebih mudah melakukan seleksi untuk mencari talenta terbaik yang siap berkontribusi bersama perusahaan. Pengelolaan informasi kandidat hingga proses onboarding dapat lebih sistematis. Rekrutmen dan seleksi membantu dalam memilih kandidat yang tepat untuk posisi yang tepat. Semoga pembahasan mengenai perbedaan rekrutmen dan seleksi di atas dapat membantu.
Menyeleksi karyawan baru melalui sesi interview dapat sangat menjebak bila kamu tidak tahu pertanyaan yang tepat untuk menggali potensi mereka. Karena mendapatkan karyawan baru yang sesuai dengan kriteria standar sekaligus memenuhi ekspektasi perusahaan bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi untuk kamu yang tergolong baru di bidang ini, membuat pertanyaan untuk menginterview calon karyawan dapat saja menjadi hal yang tricky. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Berikut beberapa daftar pertanyaan interview untuk calon karyawan baru terbaik yang telah kami siapkan, khusus untuk kamu. Jadikan pertanyaan ini sebagai acuan kamu untuk mendapatkan karyawan terbaik bersama match recruitment. 1. Kepribadian Calon Karyawan Baru Pertama, penting sekali bagi seorang recruiter untuk mengetahui kepribadian calon karyawan baru di dalam perusahaan. Di dunia kerja, ada pendapat bahwa, tak masalah memperoleh karyawan yang skillnya pas-pasan, asalkan memiliki kepribadian yang baik. Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, skill dapat dipelajari, sedangkan kepribadian adalah hal mendasar yang tidak dapat diubah. Mari kita simak, beberapa daftar pertanyaan interview yang dapat digunakan untuk mengenali kepribadian calon karyawan baru, berikut ini Ceritakan sesuatu tentangmu di luar CV Pertanyaan ini dapat termasuk pertanyaan yang penting untuk mengetahui value yang dimiliki oleh si calon karyawan. Perhatikan jawabannya dalam menceritakan hobi atau kegiatannya di luar pekerjaan untuk menilai karakter yang dimiliki kandidat. Kelemahan dan kekuatan terbesarmu Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Maka, kamu dapat mengetahui dengan mudah apakah calon karyawan tersebut adalah tipe orang yang suka berbohong dan melebih-lebihkan sesuatu, saat ia menjabarkan seluruh kekuatannya dan mengatakan tidak memiliki kelemahan. Atau sebaliknya, calon karyawan terlalu berfokus pada kelemahan dan merupakan tipe orang yang kurang percaya diri. Alasan kamu keluar dari perusahaan lama? Pertanyaan berikut cukup penting untuk mengetahui kepribadian calon karyawan di dalam lingkungan kerja. Apakah dia tipe orang yang suka berkomentar negatif tentang orang lain? Bila jawabannya cenderung menjelekkan bos atau perusahaan yang lama, dapat disimpulkan ia adalah orang yang memiliki berkepribadian yang negatif. 2. Perjalanan Karir Setiap orang bekerja dengan satu tujuan yang sama, yaitu mencari pemasukan. Namun di samping hal itu, terdapat beberapa hal lain yang dapat kita lihat dari perjalanan karir seseorang. Misalnya saja, karyawan yang sedang berusaha mengembangkan diri selama perjalanan karirnya. Terdapat juga yang hendak mencoba bidang yang baru, tetapi terdapat pula, karyawan yang lebih memilih bekerja dengan apa adanya. Untuk menggali lebih dalam tentang perjalanan karir calon karyawan, kamu dapat menggunakan beberapa pertanyaan sebagai berikut Apa pencapaian karir terbaik yang pernah kamu raih? Jawaban dari pertanyaan ini, akan mencerminkan apakah seorang calon karyawan ambisius dalam perjalanan karirnya. Seseorang yang telah memiliki pengalaman kerja selama beberapa tahun, namun tidak memiliki pencapaian apapun, dapat menandakan bahwa kandidat tersebut kurang memiliki motivasi dalam bekerja. Apa proyek menarik yang pernah kamu kerjakan? Kamu perlu mengajukan beberapa pertanyaan interview karyawan baru yang dapat menggambarkan pengalaman kerja kandidat. Pertanyaan satu ini contohnya, secara tidak langsung akan menjabarkan pengalaman apa saja yang dimiliki calon karyawan di pekerjaan sebelumnya serta bagaimana kemampuannya dalam bekerja. Apa tujuan karir jangka panjangmu? Jawaban dari pertanyaan ini, dapat menunjukkan apakah calon karyawan termasuk tipe individu yang penuh dengan perencanaan dan pertimbangan, atau bukan. Kamu juga dapat menilai seberapa realistis tujuan karir jangka panjang kandidat tersebut dengan melihat apakah jawabannya terlalu berlebihan atau malah sebaliknya, yaitu terlalu sederhana. Bagaimana rencana perkembanganmu setelah setahun? Menguasai skill baru, mencoba hal yang berbeda, sampai naik jabatan adalah beberapa jawaban positif dari pertanyaan interview calon karyawan ini. Sebaliknya, jawaban yang cenderung ambigu seperti menjalani apa adanya’, mencoba menikmati pekerjaan’ dan lain sebagainya. Dapat menunjukkan bahwa calon karyawan tersebut bukanlah tipe orang yang pekerja keras atau tidak memiliki perencanaan yang matang. 3. Motivasi Melamar Pekerjaan Pertanyaan mengenai motivasi dalam melamar pekerjaan biasanya digunakan untuk melihat apakah calon karyawan sudah cukup persiapan dan telah mencari tahu informasi mengenai perusahaan sebelumnya. Serta, pertanyaan ini juga bertujuan untuk mengukur seberapa besar kemauan yang dimiliki kandidat untuk mendapatkan posisi yang terbuka. Apa motivasi melamar ke perusahaan dan posisi ini? Apakah calon karyawan melamar pekerjaan yang sesuai dengan passion dan kemampuan merekaatau sekadar melamar hanya untuk mendapatkan uang? Hal tersebut dapat diketahui oleh recruiter dengan membaca bahasa tubuh kandidat setelah ditanyakan pertanyaan ini. Kontribusi apa yang dapat kamu berikan ke perusahaan ini? Sebagai recruiter, kamu dapat mengetahui seberapa tinggi minat kandidat terhadap pekerjaan yang dilamarnya dan juga calon perusahaan tempatnya bekerja. Selain itu, dari pertanyaan ini kamu dapat menilai apakah calon karyawan mengenal seluk beluk produk yang ditawarkan perusahaan dan apakah ia memiliki gambaran dalam memaksimalkan hal tersebut. Apa yang dapat dikembangkan dari perusahaan saat ini? Dari jawaban pertanyaan ini, kamu dapat menilai apakah calon karyawan sudah cukup mengenal perusahaan dan juga company value dengan baik. Calon karyawan yang baik akan berusaha mempelajari perusahaan yang dilamar dan ingin dimasukinya. Mengapa saya harus merekrut kamu? Calon karyawan mungkin akan menjawab dengan menjabarkan kelebihannya, atau menyebutkan bahwa value dari perusahaan menarik baginya. Dari jawaban calon karyawan, kamu dapat menilai apakah ia memiliki kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan posisi kerja yang dilamar. Selain itu, pertanyaan ini juga dapat membantu kamu untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri kandidat. Apa kontribusi kamu dalam membantu mewujudkan misi perusahaan? Ini adalah variasi dari pertanyaan lain untuk mengetahui apakah calon karyawan sudah cukup mengenal perusahaan yang akan dilamarnya. Tentu saja, jawaban yang tepat sasaran dan relevan dengan kondisi perusahaan saat ini dapat menjadi nilai tambah bagi kandidat itu sendiri. 4. Lingkungan Kerja Penting sekali bagi para recruiter untuk mengetahui cara bergaul calon karyawan dan bagaimana kemampuannya dalam beradaptasi di lingkungan yang baru. Karena nantinya, para kandidat akan menjadi bagian dari suatu perusahaan. Sehingga, memastikan bahwa calon karyawan memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik, dapat meminimalkan potensi terjadinya konflik internal dalam perusahaan di kemudian hari. Intip beberapa pertanyaan untuk interview karyawan yang berhubungan dengan lingkungan kerja berikut ini Deskripsikan ekspektasi lingkungan kerja kamu Wajar bila pelamar kerja menginginkan lingkungan kerja yang super nyaman dan penuh dengan fasilitas yang memadai. Namun, kamu perlu waspada jika calon karyawan mengharapkan fasilitas berlebih pada awal masa percobaannya. Calon karyawan yang ideal dapat menilai kemampuan dan posisinya serta tidak memiliki ekspektasi berlebihan terhadap fasilitas yang akan diterimanya di lingkungan kerja baru. Bagaimana harapan model interaksi dengan atasan kamu? Jawaban dari pertanyaan ini dapat menggambarkan seperti apa cara berkomunikasi yang diharapkan oleh calon karyawan ketika berinteraksi dengan atasannya nanti. Jika kandidat mengharapkan interaksi komunikasi yang santai, dapat menandakan bahwa dia juga termasuk tipe orang yang santai dan sebaliknya. Kamu juga dapat mengenali gambaran dari karakteristik calon karyawan dengan menilai cara dan gaya bahasa yang ia gunakan selama sesi interview. Apakah kamu tertarik bekerja sendiri atau dalam tim? Meskipun dua hal ini sama-sama dibutuhkan dalam dunia kerja. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa individu yang lebih nyaman bekerja sendiri. Dan terdapat pula, individu-individu yang gemar bekerja dalam suatu tim. Mengenali hal ini dapat membantumu dalam menentukan posisi atau job description yang tepat bagi calon karyawan. Bagaimana rekan kerja mendeskripsikan kamu? Pertanyaan ini dapat mencerminkan kelebihan dari calon karyawan kamu. Jika kebanyakan jawaban yang kamu temui berhubungan dengan hal-hal di luar pekerjaan. Misalnya suka bercanda’, mungkin saja calon karyawanmu bukanlah tipe orang yang benar-benar serius dalam melakukan pekerjaannya. Bagaimana kamu menangani tekanan deadline? Dari pertanyaan ini, kamu dapat mengetahui apakah calon karyawan termasuk tipe orang yang sanggup bekerja di bawah tekanan atau tidak. Kamu juga dapat mengetahui bagaimana cara kerja dari calon karyawan baru tersebut. Bagaimana cara kamu menyelesaikan tantangan kerja yang sulit? Pertanyaan ini akan membantu recruiter untuk mengetahui cara kerja calon karyawan saat menghadapi masalah atau konflik dalam pekerjaannya. Jawaban dari calon karyawan juga akan menggambarkan bagaimana kemampuannya dalam memanajemen stres yang berhubungan dengan tekanan kerja. 5. Pertanyaan Jebakan Psikologis Kamu dapat menanyakan beberapa hal yang bertujuan untuk menguji cara berpikir dan logika dari calon karyawan kamu. Terdapat banyak sekali variasi pertanyaan yang dapat kamu pilih, berikut di antaranya Berapa permen muat dalam 1 koper? Terkadang, recruiter menanyakan daftar pertanyaan interview yang lucu atau tak biasa, bukan untuk mencari jawaban yang benar. Namun untuk mengetahui cara berpikir dan kreativitas dari calon karyawan baru. Dari pertanyaan semacam ini, kamu dapat menilai apakah calon karyawan baru ini merupakan tipe orang yang dapat berpikir cepat atau tidak. Apakah ada pertanyaan untuk saya? Pertanyaan ini biasanya digunakan sebagai penutup sesi interview dengan calon karyawan baru. Kandidat yang memiliki tingkat penasaran yang tinggi, mungkin akan menanyakan berbagai hal terkait perusahaan yang dilamarnya. Namun, bila kandidat menanyakan hal pribadi dari recruiter, dapat dikatakan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah pertanda yang baik. Nah, semoga kamu mendapatkan gambaran tentang berbagai pertanyaan untuk menginterview calon karyawan baru kamu. Tentu saja pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dikembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan perekrutan dari perusahaan kamu.
HR atau perekrut tak bisa menghindari masalah dalam rekrutmen. Meskipun Anda telah melakukan proses rekrutmen sesuai prosedur. Sebagai perekrut, Anda bertugas membantu perusahaan menemukan kandidat terbaik sesuai posisi yang sedang dibutuhkan. Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Anda harus mengikuti perkembangan dunia karir dan siap menghadapi tantangan selama proses rekrutmen. Jika di tengah proses, Anda menjumpai masalah dalam rekrutmen, segera lakukan perbaikan dan jangan sungkan meminta bantuan ke rekan kerja. Anda juga perlu mengetahui masalah yang sering muncul saat rekrutmen dan solusinya. 11 Masalah Dalam Rekrutmen dan Solusinya Tugas utama perekrut adalah menemukan kandidat tepat berdasarkan kriteria jabatan. Bahkan dia mampu merampingkan proses perekrutan. Sebaliknya, kalau Anda kesulitan memperoleh kandidat atau sering menemukan karyawan resign setelah tiga bulan kerja, segera evaluasi perekrutan yang dijalankan. Sebagai perekrut, Anda wajib mengikuti perkembangan pasar ketenagakerjaan dan siap menghadapi tantangan yang akan terjadi selama proses rekrutmen. Sekilas itu adalah hal kecil, tetapi jangan menyepelekan. Karena kesalahan bisa datang saat Anda mengentengkan hal kecil. Ada baiknya, perekrut mengetahui hambatan dan potensi masalah yang mungkin akan dihadapi di masa mendatang. 1 Tidak membuat job description akurat “Kenapa user tidak sreg dengan kandidat setelah interview, yah?” “Berdasarkan CV kandidat, kenapa yang masuk tidak seperti kriteria?” Jika Anda sering mempertanyakan hal di atas, coba cek job description yang telah ditulis. Apakah kriteria kandidat yang dibutuhkan susah sesuai dengan job description atau belum? Solusi Sebaiknya, buat deskripsi pekerjaan dengan jelas, akurat, dan menarik. Hindari pula menulis semua keterampilan yang “tinggi” di job description. Kenyataannya, hanya sekitar 60% keterampilan yang diperlukan untuk perekrutan baru. Sisanya, keterampilan akan didapatkan atau dipelajari atau dilatih di tempat kerja. Contoh Export-Import Manager Job description Handling Export and Import Administration Handling Custom Clearance Check and make documents related to Export and Import Handling Bill Of Lading B/L Other related tasks 2 Tidak melihat potensi dari internal Terkadang kandidat terbaik ada di sekitar Anda. Hanya saja Anda tidak menyadarinya. Solusi Sempatkan waktu untuk melihat potensi karyawan atau rekan kerja Anda. Manfaat yang akan Anda peroleh dengan merekrut internal, antara lain Menghemat waktu dan biaya untuk job ads. Membentuk jalur karier karyawan dengan promosi dan pelatihan, yang berdampak meningkatkan moral karyawan. Karyawan familiar terhadap budaya, visi, dan misi perusahaan, sehingga tak butuh waktu lama untuk beradaptasi ke posisi baru. Karyawan dapat meningkatkan produktivitas dalam peran barunya dibanding karyawan baru. 3 Mengandalkan wawancara Hal jamak kalau user atau manajer hanya mengandalkan wawancara untuk menerima kandidat. Alasannya, untuk mempersingkat waktu dan telah mengenal kandidat. Namun keterampilan seseorang bisa berubah, begitu pula aspek pekerjaan. Hal itu berhubungan ketika dia kerap menggunakannya atau tidak dalam pekerjaan sehari-hari. Solusi HR dan user memberikan skill test untuk mengetahui kemampuan terkini dari kandidat. Laszlo Bock, CEO dan cofounder HUMU, dulu Senior Vice President of People Operations Google, mengatakan dalam buku Work Rules! bahwa kebanyakan wawancara itu membuang waktu. Pasalnya, sebagian besar pewawancara menghabiskan waktu mereka untuk mengonfirmasi kesan yang mereka bentuk dari pelamar dalam 10 detik pertama saat mereka bertemu kandidat. 4 Merekrut kandidat kurang berkualitas Ada manajer yang cenderung merekrut kandidat kurang berkualitas. Manajer seperti itu, tidak mau mempekerjakan karyawan yang lebih berbakat darinya, karena khawatir posisinya terancam. Ketika seseorang ditetapkan sebagai karyawan baru, ia hanya bertahan beberapa bulan. Alasannya dia tidak mampu mengerjakan tugas-tugasnya. Ujung-ujungnya, HR harus mencari kandidat lagi. Solusi Meski karyawan yang diterima kurang berkualitas, HR dapat memberikan masukan kepada manajer untuk meningkatkan keterampilan pada karyawan tersebut. Misalnya, memberikannya program pelatihan, coaching, atau mentoring. 5 Mendiskriminasi kandidat Hindari mendiskriminasi kandidat di lingkungan kerja, termasuk dalam proses rekrutmen. Misalnya, mendiskriminasi berdasarkan latar belakang, kelas sosial, etnis, usia, atau jenis kelamin. Solusi Tidak mendiskriminasi dalam bentuk apa pun. Saat menerima kandidat terlepas dari pembedaan perlakuan, Anda akan memiliki talent pool yang dapat meningkatkan peluang dalam perekrutan kandidat terbaik bagi organisasi. 6 Tidak mengetahui pasar tenaga kerja Masalah berikutnya adalah Anda tidak mengetahui pasar tenaga kerja. Perusahaan yang hanya memiliki satu HR di perusahaan dan tidak memiliki informasi terkini mengenai pasar ketenagakerjaan cenderung mengalami kesulitan saat mencari kandidat terbaik. Solusi Menggunakan jasa recruitment agency merupakan solusi tepat bagi perusahaan Anda. Dengan begitu, HR perusahaan dapat menjalankan tugas-tugasnya dan agensi akan memberitahukan Anda mengenai kondisi pasar tenaga kerja saat ini, insight sudut pandang kandidat mengenai pekerjaan, mengatur jadwal wawancara, negosiasi gaji, hingga mengenalkan perusahaan kepada kandidat. 7 Tidak melakukan employer branding Perusahaan yang tidak melakukan employer branding, kemungkinan mendapatkan kandidat berkualitas pun terbatas. Kandidat akan memilih perusahaan yang mereka kenal melalui produk atau jasa serta mempunyai akun media sosial. Reputasi negatif perusahaan juga dapat membuat kandidat enggan melamar bekerja di perusahaan Anda. Solusi Buat akun media sosial untuk employer branding. Lalu isi konten foto kegiatan, testimoni karyawan tentang serunya bekerja di perusahaan, tonjolkan budaya perusahaan berupa video, dan berikan citra positif untuk organisasi. 8 Mengharapkan kandidat sempurna Anda dapat memiliki kriteria karyawan sempurna. Dalam rekrutmen, apakah Anda akan menunggu kandidat dengan keterampilan dan kualifikasi sempurna? Berapa lama waktu yang Anda butuhkan? Kalau mengulur-ulur waktu rekrutmen hanya untuk mendapatkan kandidat sempurna, Anda bisa menghambat produktivitas tim. Dampak ekstrimnya, perusahaan tidak bisa mencapai tujuannya. Solusi Daripada menunggu seseorang yang 100% cocok dengan lowongan pekerjaan, sebaiknya pilih kandidat yang memenuhi sebagian besar kualifikasi dan memiliki soft skill. Ketika bekerja, mereka dapat mengasah keterampilan khusus terkait pekerjaan. 9 Berharap terlalu banyak Walau kandidat telah menuliskan pengalaman dan kualifikasi di curriculum vitae dengan jelas, Anda tak boleh berharap terlalu banyak. Misal pengalaman kerja kandidat di industri retail, bukan berarti dia tahu seluk beluk dunia retail, atau kandidat lulusan universitas negeri terkemuka bukan berarti dia memahami tugas kerja dengan cepat. Solusi Berikan kandidat skill test agar mengetahui keterampilannya relevan terhadap posisi yang dibutuhkan atau mengajaknya ke dalam focus group discussion untuk menyaksikan kemampuannya menyelesaikan masalah. 10 Terburu-buru dalam rekrutmen Memang, Anda tak mengharapkan kandidat sempurna. Namun jangan terburu-buru dalam memutuskan kandidat yang diterima. Karena hal itu bisa menjadi masalah bagi organisasi. Solusi Tetapkan linimasa kerja. Misal waktu dua minggu untuk satu posisi, mulai dari wawancara dengan Anda, memberikan skill test, wawancara bersama user atau manajer, penerimaan dan melengkapi administrasi, hari pertama onboarding karyawan baru. Jika dalam dua minggu, Anda belum menemukan kandidat, coba mempekerjakannya sebagai pekerja freelance atau kontributor untuk menangani posisi yang lowong. 11 Proses rekrutmen terlalu lama Masalah terakhir adalah proses rekrutmen terlalu lama. Khususnya Anda atau user yang mengharapkan kandidat sempurna, sibuk membanding-bandingkan antar kandidat, atau proses tertunda karena kesibukan pekerjaan. Solusi Anda harus berdisiplin terhadap linimasa kerja yang telah ditetapkan. Dorong user untuk melakukan hal sama. Jika terlalu lama memutuskan, kandidat incaran Anda bisa direbut oleh kompetitor. Penutup Rekrutmen bukan perkara mudah. Saat karyawan baru memasuki onboarding, dampingi dan libatkan karyawan yang akan menjadi rekan setim dengan yang bersangkutan. Hal tersebut perlu dilakukan oleh HR agar karyawan baru sepenuhnya terintegrasi ke dalam tim serta memiliki kinerja yang sejalan dengan tujuan, budaya, visi, dan misi perusahaan. Berikan pula dukungan hingga penuhi kebutuhan kandidat, jika memungkinkan, agar dia memiliki sense of ownership terhadap pekerjaan.