Perwilayahan( regionalisasi) adalah suatu proses penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi atau penggolongan wilayah dapat dilakukan secara formal maupun fungsional. Dalam perencanaan pembangunan, pemerintah harus memahami kondisi suatu wilayah karena setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda.
Jawabanpilihan yang tepat adalah A. Pembahasan: Kelompok Wilayah Formal Berdasarkan Bentuk Lahan Ditunjukkan Oleh Wilayah formal adalah wilayah yang memiliki kenampakan alam yang dominan sama dan seragam. Pada pilihan tersebut yang memiliki kenampakan sama adalah daerah karst, dataran aluvial dan gumuk pasir yang sama-sama kenampakan alam.
Perhatikanwilayah formal berikut! 1. Hutan musim 2. Pemukiman 3. Dataran aluvial 4. Gumuk pasir 5. Dataran rendah Wilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan pada nomor? 1, 4, dan 5; 1, 2, dan 3; 3, 4, dan 5; 1, 2, dan 4; Kunci jawabannya adalah: C. 3, 4, dan 5. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, perhatikan wilayah formal berikut! 1.
BYfZM7. Pada artikel Geografi Kelas 12 kali ini, kita akan belajar mengenai konsep wilayah dan perwilayahan. Kira-kira, bedanya apa, ya? — Teman-teman, kalo kamu perhatikan, wilayah pertanian dengan wilayah hutan itu merupakan dua wilayah yang berbeda, bukan? Wilayah pertanian umumnya berada di dataran rendah, sedangkan wilayah hutan umumnya berada di dataran tinggi yang bersuhu lebih dingin. Nah, suatu wilayah dikatakan berbeda dengan wilayah lain karena suatu ketampakan tertentu. Ketampakan seperti apa ya? Agar kalian lebih mengerti, simak artikel mengenai konsep wilayah dan perwilayahan berikut ini ya. Pengertian Wilayah Region Oke, di awal tadi, kita udah singgung mengenai wilayah. Tapi, kamu udah tau belum, apa yang dimaksud dengan wilayah? Dilansir dari buku tentang Perencanaan dan Pengembangan Wilayah karya Ernan Rustiadi, wilayah atau region adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik khusus atau khas tersendiri. Karakteristik ini ditunjukkan oleh sifat-sifat yang berbeda. Contohnya seperti wilayah pertanian dan wilayah hutan yang kenampakan alamnya berbeda. Ada juga contoh lainnya itu seperti wilayah kota dengan wilayah pedesaan. Baca juga Memahami Pembangunan dan Pengembangan Wilayah Pembagian Wilayah Wilayah digolongkan menjadi dua, yaitu wilayah formal dan fungsional. Bedanya apa ya? 1. Wilayah Formal Uniform Region Wilayah formal dicirikan berdasarkan keseragaman atau homogenitas tertentu. Misalnya, berdasarkan kriteria fisik atau alam, maupun kriteria sosial budaya. Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik dilihat dari kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi. Misalnya, wilayah pegunungan kapur karst, wilayah beriklim dingin, dan wilayah vegetasi mangrove. Wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya, misalnya wilayah suku Banjar, wilayah industri tekstil, dan wilayah pertanian sawah basah. Baca juga Manfaat SIG dalam Potensi Wilayah 2. Wilayah Fungsional Nodal Region Sementara itu, wilayah fungsional dicirikan dengan kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional. Maksudnya apa, sih? Misalnya, wilayah Jabodetabek secara fisik memang berbeda heterogen, namun secara fungsional saling berhubungan dalam memenuhi kebutuhan hidup di setiap wilayah. Oke, teman-teman, sekarang kamu sudah tau ya mengenai wilayah. Lalu, bagaimana dengan perwilayahan? Pengertian Perwilayahan Perwilayahan regionalisasi adalah suatu proses penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi atau penggolongan wilayah dapat dilakukan secara formal maupun fungsional. Dalam perencanaan pembangunan, pemerintah harus memahami kondisi suatu wilayah karena setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Penggolongan wilayah secara garis besar terbagi atas Natural Region Wilayah Alamiah atau Fisik; berdasarkan ketampakan alami, seperti wilayah pertanian dan kehutanan. Single Feature Region Wilayah Ketampakan Tunggal; berdasarkan pada satu ketampakan, seperti wilayah berdasarkan iklim, hewan, atau iklim saja. Generic Region Wilayah Berdasarkan Jenisnya; didasarkan pada ketampakan jenis atau tema tertentu. Misalnya di wilayah hutan hujan tropis yang ditonjolkan hanyalah flora tertentu seperti anggrek. Specific Region Wilayah Spesifik atau Khusus; dicirikan kondisi grafis yang khas dalam hubungannya dengan letak, adat istiadat, budaya, dan kependudukan secara umum. Misalnya wilayah Asia Tenggara, Eropa Timur, dsb. Factor Analysis Region Wilayah Analisis Faktor; berdasarkan metoda statistik-deskriptif atau dengan metoda statistik-analitik. Penentuan wilayah berdasarkan analisis faktor terutama bertujuan untuk hal-hal yang bersifat produktif, seperti penentuan wilayah untuk tanaman jagung dan kentang. Manfaat Perwilayahan Regionalisasi Mengurutkan dan menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala atau fenomena di permukaan bumi. Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah. Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah. Memantau perubahan-perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia. Dengan adanya konsep wilayah dan perwilayahan ini dapat berlanjut untuk melakukan identifikasi pusat pertumbuhan di suatu wilayah. Sekian pembahasan mengenai konsep wilayah dan perwilayahan. Semoga, dengan membaca artikel ini, bisa menjawab rasa bingung kamu, ya. Kalo kamu masih kurang puas dengan materi yang disampaikan di artikel ini, kamu bisa coba akses video pembelajaran yang lebih lengkap dan menarik di ruangbelajar. Di sana, ada konsep kilat yang bakal bikin kamu mudah paham materi dalam waktu singkat. Klik banner di bawah untuk informasi lebih lanjut! Referensi Endarto, Danang, Dkk, 2009. Geografi 3 Untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Artikel ini diperbaharui pada tanggal 17 September 2022.
Uploaded byhiazatul fauziah 0% found this document useful 0 votes235 views19 pagesDescriptionSOAL KELAS XII IPSCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes235 views19 pagesPEWILAYAHANUploaded byhiazatul fauziah DescriptionSOAL KELAS XII IPSFull descriptionJump to Page You are on page 1of 19Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 7 to 17 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Dalam pengertian desa yang masih asri sepanjang mata memandang selalu dipenuhi dengan ladang pertanian. Bertani merupakan mata pencaharian mayoritas penduduk pedesaan. Sampai-sampai kepala desa disana gajinya bukan diberikan berupa materi namun dalam bentuk sawah. Setiap satu kali panen yang kurang lebih 3 bulan sekali, buruh tani biasanya mendapatkan rentang penghasilan hingga Rp. Tentunya penghasilan tersebut belum dikurangi dengan biaya pembelian pupuk, bibit, bahan bakar traktor, dan lain-lain yang menunjang kegiatan pertanian. Mengapa sekelumit pembahasan barusan mengkaji pertanian? Hal ini dikarenakan pertanian merupakan salah satu contoh nyata wilayah formal. Uraian materi kali ini akan mengulas secara lengkap mengenai wilayah formal dari segi pengertian, ciri, dan contohnya. Langsung saja simaklah materi sebagai berikut. Wilayah formal adalah suatu hal yang melekat antara manusia dan alam, dimana manusia dan perindustrian, manusia dan perekonomian, dan lain-lain. Dapat ditarik garis besar bahwa wilayah formal adalah suatu kelekatan antara manusia dengan objek yang mengelilinginya. Lantas apa bedanya antara wilayah formal dan wilayah fungsional? Bedanya terletak pada hubungan yang saling dikorelasikan. Pada wilayah fungsional, satu indikator memiliki keterkaitan dengan variabel lainnya. Sedangkan kembali lagi, pada wilayah formal yang saling terikat adalah manusia dengan objek. Biasanya, untuk mengkaji wilayah formal yang digunakan sebagai tolak ukur adalah peta topografi. Bagaimana bentuk permukiman yang ada di dataran rendah ataupun dataran tinggi dapat dipastikan berbeda. Pengertian Wilayah Formal Wilayah formal adalah wilayah geografis yang homogen atau seragam berdasarkan kriteria tertentu dan bisa dibedakan dengan daerah tetangganya. Kriteria yang digunakan pada pembagian wilayah formal yaitu berupa unsur fisik atau unsur sosial, seperti peta tanah, peta kepadatan penduduk, peta penggunaan lahan, dan lainnya. Pengertian Wilayah Formal Menurut Para Ahli Adapun definisi wilayah formal menurut para ahli antara lain sebagai berikut; J. Woofter, Wilayah formal yaitu daerah tertentu yang didalamnya tercipta homogenitas ekonomi dan social sebagai perwujudan kombinasi antara faktor lingkungan dan demografis. S. Platt, Arti wilayah formal adalah daerah tertentu yang keberadaannya dikenal berdasarkan homogenitas umum baik atas dasar karakteristik lahan maupun huniannya. I. G. Joeng, Wilayah formal berarti sebagai daerah tertentu yang mempunyai kondisi fisik seragam. M. Fenneman, Pengertian wilayah formal adalah daerah tertentu yang bentang lahannya sejenis dan dapat dibedakan dengan daerah tetangganya. Ciri Wilayah Formal Untuk mencirikan wilayah dan perwilayahan formal, perlu menaruh permukiman penduduk di dalamnya. Hutan belantara tanahnya bisa digunakan untuk bercocok tanam bidang perkebunan. Namun disana tidak terdapat satu permukiman di dalamnya. Maka dalam kasus ini hutan belantara dianggap sebagai wilayah fungsional bagian daerah resapan. Berbeda jika hutan tersebut dihuni sekelompok manusia, maka fungsinya sudah berubah menjadi wilayah formal. Biasanya, warga yang berdiri dan menjalani kehidupan dalam wilayah formal memilih untuk menetap. Hal yang menyebabkan manusia menetap dalam satu titik adalah adanya rasa nyaman. Kenyamanan membuat manusia membuang keinginan untuk menjadi nomaden. Maka dari itu munculah keinginan dalam diri manusia untuk mengembangkan wilayah formal. Untuk mengetahui ciri-ciri wilayah formal, simaklah penjelasan sebagai berikut. Homogen Homogen dapat diartikan sama persis, seragam, sejalan, kembar, dan itu-itu saja. Kita ambil contoh masyarakat pedesaan. Mata pencaharian yang mereka lakukan sehari-hari tidak terlepas dari kegiatan pertanian. Di luar itu, sedikit warga desa yang menginginkan mengabdikan diri menjadi Pegawai Negeri Sipil. Bagaimana dengan desa industri? Apakah masyarakatnya juga tatap bekerja pada sektor pertanian? Tidak, di pedesaan industri pekerjaan sektor pertanian menjadi minoritas. Namun kita kembali lagi pada hakekat wilayah formal. Wilayah formal menjunjung tinggi peradaban homogen sebagai unsur dasar berdirinya. Desa yang terkenal akan industri krupuk mayoritas warganya memproduksi krupuk sehingga banyak menyediakan tempat untuk posisi tenaga kerja. Hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi maraknya beragam jenis jumlah pengangguran. Statis Statis memiliki arti tetap, tidak berubah baik naik atau turun, dan jika dibentuk menjadi grafik hanya memunculkan satu garis lurus horizontal. Wilayah formal warganya butuh waktu yang cukup lama untuk menghadapi suatu perubahan. Sebagai contoh, trend ojek online yang bisa dimanfaatkan untuk order makanan sudah biasanya digunakan oleh masyarakat kota. Warga dalam pengertian perkotaan memanfaatkan layanan antar makanan dari ojek online ini karena banyak alasan. Alasan yang pertama adalah tidak tersedianya banyak waktu untuk keluar mencari makanan sendiri. Kedua, kepemilikan transportasi yang terbatas. Ketiga timbulnya rasa malas untuk keluar rumah di perkotaan karena banyaknya titik-titik macet di jalanan. Hal tersebut mungkin hanya sekelumit dari alasan warga kota memanfaatkan ojek online pengantar makanan. Alasan tersebut tidak bisa digunakan warga desa untuk memanfaatkan layanan ini. Di desa masyarakatnya cenderung memiliki banyak waktu untuk bersantai, sehingga keluar mencari makanan pun bukan suatu hambatan bagi mereka. Disamping itu, penjual makanan di pedesaan biasanya disediakan oleh tetangga sekitar. Jadi untuk membeli makanan tidak perlu jauh-jauh. Kemacetan pun juga mustahil ditemukan di daerah pedesaan. Itulah mengapa wilayah formal memiliki karakteristik statis. Pasif Masyarakat yang mendiami wilayah formal cenderung pasif dengan apa yang ada di luar wilayah mereka. Yang mereka pedulikan adalah bagaimana untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan damai dan tenteram. Maka dari itu kepasifan secara otomatis telah tertanam dalam tubuh masyarakat wilayah formal. Berbeda dengan warga kota yang gemar membicarakan hal-hal diluar inner circle-nya. Contoh Wilayah Formal Berikut beberapa contoh yang dimaksud dengan wilayah formal, antara lain; Pertanian Pertanian adalah kegiatan bercocok tanam yang umumnya dilakukan oleh masyarakat di pedesaan. Jika hutan dikatakan sebagai paru-paru dunia, maka ladang pertanian adalah perutnya dunia. Tanaman yang dibudidayakan pada ladang pertanian umumnya adalah makanan pokok seperti padi, jagung, singkong, dan lain-lain. Musuh terbesar bagi para pekerja sektor pertanian adalah kekeringan dan hama. Hama seperti tikus, burung pipit, dan lain sebagainya dapat diusir dengan berbagai cara. Namun kekeringan tidak bisa diatasi secara mudah. Turun hujan adalah solusi yang paling mujarab untuk mengatasi permasalah kekeringan yang sedang dilanda oleh masyarakat pedesaan. Banyak cara tradisional yang bisa dipakai untuk memanggil datangnya hujan. Biasanya kegiatan seperti ini ada bau-bau mistisnya. Kembali lagi pada kepercayaan masing-masing insan. Pegunungan Pengertian pegunungan secara keilmuan bahasa Indonesia adalah daerah yang terdapat beberapa gunung dalam suatu tempat. Pegunungan berdasarkan keilmuan geografi adalah dataran tinggi yang memiliki ketinggian kurang dari meter di atas permukaan laut dan berbentuk memanjang. Tumbuhan yang cocok ditanam di pegunungan umunya buah-buahan dan sayur-sayuran. Suhu di daerah pegunungan biasanya sejuk, berbeda dengan pesisir pantai yang suhunya panas. Di pegunungan kita senantiasa memakai jaket yang tebal. Jaket tebal tidak cocok dipakai di pesisir pantai karena akan menghasilkan keringat yang berlebih. Meski demikian, warga pegunungan menginginkan ikan yang dicari oleh para nelayan pantai. Perkotaan Perkotaan adalah wilayah formal yang tidak cocok dengan pengertiannya. Bagaimana mau cocok, yang dimiliki oleh wilayah formal adalah hubungan manusia dengan alam. Sedangkan di kota tidak ditemui alam sama sekali. Paling hanya gedung-gedung perkantoran dan perindustrian. Wilayah formal yang terjadi di perkotaan letaknya pada bagian bidang industri. Pekerja buruh yang sedang bekerja bisa dimasukan dalam salah satu contoh wilayah formal. Sudah tau kan kalian apa yang dimaksud dengan wilayah formal. Jika sudah membacanya, pahami agar artikel ini bermanfaat dikemudian hari. Sekian pembahasan kali ini, bila ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, jika ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi.